{"id":3968,"date":"2019-07-02T10:30:28","date_gmt":"2019-07-02T03:30:28","guid":{"rendered":"http:\/\/indonesia-tourism.com\/blog\/?p=3968"},"modified":"2019-07-02T10:32:29","modified_gmt":"2019-07-02T03:32:29","slug":"bromo-marathon-2019-lets-run","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/bromo-marathon-2019-lets-run\/","title":{"rendered":"Bromo Marathon 2019 &#8211; Let&#8217;s Run!"},"content":{"rendered":"\n<p>Bromo Marathon merupakan sport event tahunan di kawasan Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Pasuruan. Event lari yang diminati oleh ribuan pelari baik profesional maupun umum dari dalam maupun luar negeri ini pada tahun 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke 7.<\/p>\n\n\n\n<p>Bromo Marathon terbagi dalam 3 kategori yaitu\n42 kilometer (marathon), 21 km (half marathon) dan 10 km dengan start dan\nfinish di depan Teras Bromo, Plataran Bromo, Desa Ngadiwono, Kec. Tosari Kab.\nPasuruan. Peserta berasal dari berbagai kota besar di Indonesia dan Jawa Timur seperti\nSurabaya, Malang, Jakarta, Bandung, Denpasar serta dari mancanegara, seperti\nMalaysia, Singapura, Jepang, Jerman, Australia, Belanda, Afrika Selatan. <\/p>\n\n\n\n<p>Daya tarik utama event Bromo Marathon adalah, &nbsp;rute lari yang melintasi perbukitan dengan\npanorama&nbsp; yang indah kawasan Gunung\nBromo. Walaupun melintasi rute bukit yang naik dan turun, semuanya seolah\nterbayarkan dengan keindahan Gunung Bromo dan kesegaran udara disepanjang rute,\nsehingga sering kali terlihat para peserta berswafoto. <\/p>\n\n\n\n<p>Pendaftaran Bromo Marathon dilakukan dengan cara online dan berbayar. Para peserta yang mencapai garis finish akan mendapatkan medali dan peserta dengan durasi waktu tercepat akan mendapat medali dan hadiah berupa uang.<\/p>\n\n\n\n<p>==================<\/p>\n\n\n\n<p>Bromo Marathon is an annual sport event of ??Mount\nBromo in the Pasuruan Regency area. Running events are in demand by thousands\nof both professional and public runners from within and outside the country in\n2019 are the 7th event.<\/p>\n\n\n\n<p>Bromo Marathon is divided into 3 categories:\n42 km (marathon), 21 km (half marathon) and 10 km with start and finish in\nfront of Bromo Terrace, Plataran Bromo, Ngadiwono Village, Tosari District, Pasuruan.\nParticipants came from various major cities in Indonesia and East Java such as\nSurabaya, Malang, Jakarta, Bandung, Denpasar and from abroad, such as Malaysia,\nSingapore, Japan, Germany, Australia, Netherlands, South Africa.<\/p>\n\n\n\n<p>The main attraction of the Bromo Marathon\nevent is the running route that crosses the hills with a beautiful panorama of\nMount Bromo area. Although crossing the hill routes that go up and down,\neverything seems to be paid off by the beauty of Mount Bromo and the freshness\nof the air along the route, so that the participants often take pictures.<\/p>\n\n\n\n<p>Bromo Marathon registration is done online and\npaid. The participants who reach the finish line will get a medal and\nparticipants with the fastest duration will receive a medal and prize.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bromo Marathon merupakan sport event tahunan di kawasan Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Pasuruan. Event lari yang diminati oleh ribuan pelari baik profesional maupun umum dari dalam maupun luar negeri ini pada tahun 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke 7. Bromo Marathon terbagi dalam 3 kategori yaitu 42 kilometer (marathon), 21 km (half marathon) dan 10 km dengan start dan finish di depan Teras Bromo, Plataran Bromo, Desa Ngadiwono, Kec. Tosari Kab. Pasuruan. Peserta berasal dari berbagai kota besar di Indonesia dan Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Bandung, Denpasar serta&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3970,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[143],"tags":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3968"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3968"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3972,"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3968\/revisions\/3972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesia-tourism.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}