Home  About Us   Map   Galleries   Accommodation   Public-info   Contact us       
 
 


Prambanan Temple


Other Temple

Craft-industry Tourist

Performing-art Tourist

Local Tourist Event

Photo Gallery

Fast and Facts

 

 










PROFILE SEJARAH CANDI PLAOSAN

Keberadaan candi Plaosan dalam kerangka sejarah Mataram kuno dapat dilacak melalui prasasti-prasasti pendek yang tertulis pada candi-candi perwara dan stupa yang mengelilingi candi induk dan juga melalui prasasti prasasti yang berlatar belakang agama Budha, maupun prasasti lain yang sejaman. Prasasti-prasasti pendek candi Plaosan Lor meskipun tidak berangka tahun, tetapi secara kronologis dapat diketahui berdasar bentuk dan perkembangan hurufnya (Paleografi) dan nama yang clisebut dalam prasasti itu. Diantara nama yang disebut dalam prasasti-prasasti pendek yang berjumlah lebib dari 30 buah itn, terdapat nama-nama antara lain :
" Sang Watuhumalang pu tguh, sang sirikan pu sutyya, rakai gurunwangi dyah saladu, rakai gurunwangi dyah ranu, dan sri maharaja rakai pikatan yang berdekatan dengan frasa dharma sri maharaja".(Formula kalimat itu kurang lebih dapat diartikan sebagai pemberian/ hadiah dari Sri Maharaja Rakai Pikatan."



Nama Rakai Pikatan berada pada urutan keenam dalam daftar raja-raja Mataram kuno yang clisebut dalam prasasti Mantyasih 907 Masehi, dan memerintah sekitar tahun 847 - 856 Masehi. Nama ini juga dikenal sebagai pendiri candi Roro Jonggrang, Prambanan setelah memasuki kehidupan sebagai Cakrawatin, atau dengan sebutan Jatiningrat. Tokoh ini juga menyerahkan kekuasaannya secara langsung kepada penggantinya yang bernama Dyah Lokapala.
Meskipun demikian pada masa ini juga terdapat prasasti Kayumwungan yang berangka tahun 824 Masehi yang juga menyebut nama Samarattungga atau Samaragravim dan putranya Pmmodhawardhani dan Walaputra, serta prasasti dari Magelang yang berangka tahun 842 Masehi juga menyebut nama Sri Kahuluan Selain itu masih ada prasasti lain yang memiliki ciri sama dengan prasasti pendek Candi Plaosan Lor, yaitu prasasti Kalasan 778 Masehi prasati Kelurak tahun 782 Masehi dan prasasti Abhayagfriwibam (dari buldt ratu boko) tahun 792 Masehi.
Prasasti-prasasti ini menggunakan huruf Siddham dan berbahasa Sansekerta. Berdasarkan data prasasti di atas, maka rekonstruksi sejarah terhadap keberadaan Candi Plaosan dapat disusun sebagai berikut. Pada masa itu raja yang berkuasa adalah Sri Maharaja Rakai Pikatan yang beragama Hindhu dan kawin dengan Pramudhawardhani putri dari raja Samarattungga yang beragama Budha.

Pada masa pemerintahannya Rakai Pikatan memerintahkan pendirian bangunan sud bagi Dewa Syiwa ( Sivagrha ) dan setelah menikah is juga memberi dharma dengan ikut membangun candi Plaosan yang berlatar belakang agama Budha untuk istrinya (Pmmodhawardhani) dan mertuanya (Samarattungga).
Adapun nama Sri Kahulunan yang juga disebut pada prasasti pendek candi Plaosan Lor adalah lbu Sari yang juga berperan dalam pembangunan candi itu secara bernama-sama.




HUBUNGAN ANTARA CANDI PLAOSAN dan
CANDI RORO JONGGRANG

PROFIL WISATA CANDI PLAOSAN
POSISI STRATEGIS CANDI PLAOSAN
KONDISI SOSIAL BUDAYA CANDI PLAOSAN